You need to enable javaScript to run this app.

Jelajah Sejarah dan Religi: Keseruan Outing Class MIS As-Sunnah Darun Najiyah di Tiga Ikon Sulawesi Selatan

Jelajah Sejarah dan Religi: Keseruan Outing Class MIS As-Sunnah Darun Najiyah di Tiga Ikon Sulawesi Selatan

Limbung, 19 Mei 2026 – Pembelajaran yang bermakna tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas. Menyadari hal tersebut, MIS As-Sunnah Darun Najiyah Limbung kembali menggelar program Outing Class (Outdoor Learning) pada 19 Mei 2026. Kegiatan kali ini mengajak para siswa untuk melakukan rihlah (perjalanan edukatif) sekaligus menapak tilas sejarah di tiga destinasi ikonik kebanggaan Sulawesi Selatan, yaitu Masjid 99 Kubah, Benteng Rotterdam, dan Museum Balla Lompoa Gowa.

Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Masjid 99 Kubah yang megah di kawasan Center Point of Indonesia (CPI). Di lokasi ini, para siswa diajak untuk melakukan rihlah sekaligus mengagumi keindahan arsitektur masjid yang menjadi ikon wisata religi baru di Makassar. Dengan balutan seragam olahraga yang rapi, para siswa tampak sangat antusias berfoto bersama membentangkan spanduk kegiatan di pelataran masjid. Momen ini menjadi sarana untuk menanamkan rasa syukur dan kecintaan anak-anak terhadap tempat ibadah.

Perjalanan edukasi kemudian dilanjutkan ke Benteng Rotterdam (Fort Rotterdam). Di bangunan bersejarah peninggalan abad ke-17 ini, suasana belajar berubah menjadi mesin waktu. Siswa-siswi diajak berkeliling melihat dan mendengarkan langsung pemaparan sejarah tentang masa lalu Sulawesi. Melalui koleksi yang ada di dalam museum benteng, anak-anak mendapatkan wawasan baru mengenai jejak para penjajah di masa lampau serta bagaimana gigihnya perlawanan rakyat Sulawesi dalam mempertahankan tanah airnya.

Sebagai puncak kegiatan Outing Class, rombongan bertolak menuju Museum Balla Lompoa di Kabupaten Gowa. Di dalam bangunan istana kayu yang otentik dan penuh nilai sejarah ini, para siswa duduk bersama dengan tertib menyimak penjelasan dari para pemandu. Mereka diajak untuk mengenal lebih dekat sejarah kebesaran Kerajaan Gowa, silsilah keturunan raja-raja, hingga kisah-kisah heroik perjuangan para pahlawan lokal. Melihat langsung benda-benda pusaka peninggalan kerajaan memberikan pengalaman visual yang tidak akan didapatkan anak-anak hanya dari membaca buku pelajaran.

Kepala Madrasah dan majelis guru MIS As-Sunnah Darun Najiyah berharap, melalui kegiatan Outing Class di ketiga tempat ini, para siswa tidak hanya mendapatkan suasana belajar yang menyegarkan (refreshing), tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah daerahnya. Kombinasi antara wisata religi dan sejarah ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang berwawasan luas, menghargai jasa pahlawan, serta memiliki fondasi keimanan yang kuat.

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Thalhah Yolleng, S.Pd.

- Kepala Sekolah -

Bismillah, Selamat datang di website resmi Madrasah Ibtidaiyah As-Sunnah Darun Najiyah! Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas...

Berlangganan
Banner